Khamis, 3 Mac 2011

Hadits riwayat Abu Hurairah Radliyallahu 'anhu, ia berkata:

Seorang yang bernama Juraij sedang salat di sebuah tempat peribadatan, lalu datanglah ibunya memanggil. (Kata Humaid: Abu Rafi` pernah menerangkan kepadaku bagaimana Abu Hurairah Radliyallahu 'anhu menirukan gaya ibu Juraij memanggil anaknya itu, sebagaimana yang dia dapatkan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam yaitu dengan meletakkan tapak tangan di atas alis matanya dan mengangkat kepala ke arah Juraij untuk menyapa.) Lalu ibunya berkata: Hai Juraij, aku ibumu, bicaralah denganku! Kebetulan perempuan itu mendapati anaknya sedang melaksanakan salat. Saat itu Juraij berkata kepada diri sendiri di tengah keraguan: Ya Tuhan! Ibuku ataukah salatku. Kemudian Juraij memilih meneruskan salatnya. Maka pulanglah perempuan tersebut. Tidak berapa lama perempuan itu kembali lagi untuk yang kedua kali. Ia memanggil: Hai Juraij, aku ibumu, bicaralah denganku! Kembali Juraij bertanya kepada dirinya sendiri: Ya Tuhan! Ibuku atau salatku. Lagi-lagi dia lebih memilih meneruskan salatnya. Karena kecewa, akhirnya perempuan itu berkata: Ya Tuhan! Sesungguhnya Juraij ini adalah anakku, aku sudah memanggilnya berulang kali, namun ternyata dia enggan menjawabku. Ya Tuhan! Janganlah engkau mematikan dia sebelum Engkau perlihatkan kepadanya perempuan-perempuan pelacur. Dia berkata: Seandainya wanita itu memohon bencana fitnah atas diri Juraij niscaya ia akan mendapat fitnah. Suatu hari seorang penggembala kambing berteduh di tempat peribadatan Juraij. Tiba-tiba muncullah seorang perempuan dari sebuah desa kemudian berzinalah penggembala kambing itu dengannya, sehingga hamil dan melahirkan seorang anak lelaki. Ketika ditanya oleh orang-orang: Anak dari siapakah ini? Perempuan itu menjawab: Anak penghuni tempat peribadatan ini. Orang-orang lalu berbondong-bondong mendatangi Juraij. Mereka membawa kapak dan linggis. Mereka berteriak-teriak memanggil Juraij dan kebetulan mereka menemukan Juraij di tengah salat. Tentu saja Juraij tidak menjawab panggilan mereka. Akhirnya mulailah mereka merobohkan tempat ibadahnya. Melihat hal itu Juraij keluar menemui mereka. Mereka bertanya kepada Juraij: Tanyakan kepada perempuan ini! Juraij tersenyum kemudian mengusap kepala anak tersebut dan bertanya: Siapakah bapakmu? Anak itu tiba-tiba menjawab: Bapakku adalah si penggembala kambing. Mendengar jawaban anak bayi tersebut, mereka segera berkata: Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu yang telah kami robohkan ini dengan emas dan perak. Juraij berkata: Tidak usah. Buatlah seperti semula dari tanah. Kemudian Juraij meninggalkannya
Seorang datang kepada Nabi Saw. Dia mengemukakan hasratnya untuk ikut berjihad. Nabi Saw bertanya kepadanya, "Apakah kamu masih mempunyai kedua orang tua?" Orang itu menjawab, "Masih." Lalu Nabi Saw bersabda, "Untuk kepentingan mereka lah kamu berjihad." (Mutafaq'alaih)
Sahabat yang salih itu ibarat penjual minyak wangi, bila engkau tidak mendapat minyak wangi darinya, maka engkau mendapatkan bau harumnya. Dan sahabat yang jahat itu ibarat tukang besi, bila engkau tidak terkena percikan apinya, maka engkau akan terkena asapnya.
(Hadith riwayat Abu Daud)
Nabi bersbda: tidak akn dunia kimat hingga mthari dtg trbit dr sblah brat,maka apbila hal itu dpat dilhat 0rg,bru lah 0rg2 mhu briman,namun iman yg baru muncul di saat itu tidak ada guna nya sama skali kcuali iman mreka yg sudah ada lbh dahulu sbl0m trjadi pristiwa itu!
Nabi s.a.w. bersabda :
APABILA KAMU MARAH ,jauhilah org yg kamu maRAHI ,
BERUBAHLAH DARI TEMPAT KAMU BERDIRI KETIKA MARAH ,
JIKA KAMU MARAH DALAM KEADAAN BERDIRI ,HENDAKLAH KAMU DUDUK ,
JIKA MARAH DALAM KEADAAN DUDUK HENDAKLAH KAMU BERDIRI
Dari Abu Hurairah r.a. katanya,Rasulullah pernah bersabda: Sebaik-baik saf bagi lelaki adalah dihadapan,dan seburuk-buruknya adalah di belakang,sebaik-baik saf wanita adalah di belakang,dan sebruk-buruknya adalah di hapan.
Sabda Rasulullah SAW.: "Tiga perkara yang barangsiapa terdapat (ketiga-tiga perkara itu) padanya nescaya dia memperolehi kemanisan iman (iaitu) Allah dan Rasul-Nya adalah lebih dia cintai daripada selainnya, dan dia mencintai seseorang semata-mata kerana Allah, dan dia benci untuk kembali kepada kekufuran (maksiat) sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam api neraka". (Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim)

Rabu, 9 Februari 2011

Hati akan berkarat sebagaimana besi berkarat

Sesungguhnya hati ini akan berkarat sebagaimana besi berkarat apabila terkena air. Apabila Nabi saw ditanya apa penggilapnya, Baginda saw bersabda banyakkan ingat kepada maut dan baca al Quran'' - (hadis riwayat Baihaqi)

Hantarlah pesanan ini kepada orang yang anda tidak akan lupa dan hantarkan juga kepada orang yang menghantar pesanan ini. Ini adalah pesanan pendek untuk menyatakan yang anda sentiasa mengingatinya. Kalau anda tidak menghantar pesanan ini, bermakna anda sudah melupakan kawan-kawan anda. Ambillah sedikit masa dan anda sudah pasti memberi keceriaan kepada seseorang atau mungkin mengubah hidup mereka kepada yang lebih baik...

Mengikuti sunah orang-orang Yahudi dan Nasrani

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Sungguh kamu sekalian akan mengikuti sunah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka memasuk ke dalam sarang biawak kamu sekalian pun akan mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Beliau menjawab: Lalu siapa lagi selain mereka.

Pada akhir zaman kelak ilmu akan diangkat dan diambil, lalu timbul kebodohan dan berbagai fitnah

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Di antara tanda-tanda hari kiamat ialah diangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, banyak yang meminum arak, dan timbulnya perzinaan yang dilakukan secara terang-terangan.


Pada akhir zaman kelak ilmu akan diangkat dan diambil

Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata:

Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya begitu saja dari manusia, akan tetapi Allah akan mengambil ilmu dengan cara mencabut (nyawa) para ulama, sehingga ketika Allah tidak meninggalkan seorang ulama pun, manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh yang apabila ditanya mereka akan memberikan fatwa tanpa didasarkan ilmu lalu mereka pun sesat serta menyesatkan

Roh Harum & Roh Busuk

Hadis :
Dari Abu Hurairah r.a katanya: "Apabila roh orang-orang mukmin keluar dari tubuhnya dua orang malaikat menyambutnya dan menaikkannya ke langit." Kata Hammad :"Kerana baunya harum seperti kasturi." Kata penduduk langit " Roh yang baik datang dari bumi. Sallallahu ‘alaika (semoga Allah melimpahkan kebahagiaan kepadamu) dan kepada tubuh tempat engkau bersemayam." Lalu roh itu dibawa ke hadapan Tuhannya Azza wa Jalla. Kemudian Allah berfirman:"Bawalah dia ke Sidratul Muntaha dan biarkan di sana hingga hari kiamat." Kata Abu Hurairah selanjutnya:" Apabila roh orang-orang kafir keluar dari tubuhnya – kata Hammad, berbau busuk dan mendapat makian-, maka berkata penduduk langit,"Roh jahat datang dari bumi." Lalu diperintahkan, bawalah dia ke penjara dan biarkan di sana hingga hari kiamat."
(Muslim)

Huraian :
Kematian sesungguhnya amat menyiksakan. Kematian orang-orang yang tidak beriman mempunyai banyak perbezaan dengan kematian orang-orang yang beriman. Tanda-tandanya bukan sahaja dapat dilihat oleh orang yang hidup bahkan ini diperakukan sendiri di dalam al-Quran melalui firman Allah S.W.T yang maksudnya:"Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata, "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar." (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (al-Anfal :50). Rasulullah s.a.w sekalipun dianggap sebagai kekasih Allah turut merasakan kesakitan sakratulmaut. Itupun baginda diperlakukan secara lembut oleh malaikat. Maka bayangkanlah bagaimana kesakitannya jika kita selaku insan biasa dapat berhadapan dengan situasi ini. Oleh itu seharusnya kita sentiasa berwaspada agar tidak tergolong di kalangan orang-orang yang tidak beriman, lalai dan lupa kepada Allah kerana sudah pasti roh kita nanti bakal ditempatkan di dalam penjara sehingga hari kiamat.


3 Buah Masjid

Hadis :
"Dari Abu Hurairah, r.a. dari Nabi s.a.w. sabdanya: "Tidak sepatutnya (bersusah payah) keluar belayar (untuk menziarahi mana-mana masjid kecuali (untuk pergi) ketiga-tiga masjid (yang berikut): Masjidil Haram (di Mekah), dan masjid Rasulullah s.a.w. (di Madinah) serta Masjid al-Aqsa (di Palestin)" (Bukhari)

Huraian :
1. Umat Islam yang ingin berziarah keluar (negara) untuk beribadat kepada Allah tidak perlu bersusah payah ketempat lain, selain dari berziarah ke tanah suci, terutama untuk mengerjakan ibadat haji dan umrah.

2. Tiga buah masjid yang mempunyai fadilat yang besar, apabila mengerjakan ibadat sembahyang di dalamnya ialah:
i. Masjidil Haram di Mekah
ii. Masjid Nabi di Madinah
iii Masjidil al-Aqsa di Palestin.

3 Diantara fadhilat-fadhilatnya ialah:
i) Kelebihan Masjidil haram ialah mereka yang bersembahyang di dalamnya akan mendapat seratus ribu (lebih afdhal dari) sembahyang di tempat lain dan di dalamnya terletak Kaabah yang menjadi kiblat umat Islam.
ii) Kelebihan Masjid Nabawi pula ialah mereka yang bersembahyang di dalamnya akan mendapat seribu (lebih afdhal dari) sembahyang di tempat lain, dan didalamnya ada makam Nabi s.a.w. Dan sebagai sebuah taman dari taman-taman syurga.
iii) Kelebihan Masjid al-Aqsa pula ialah mereka yang bersembahyang di dalamnya akan mendapat lima Ratus (lebih afdhal dari) sembahyang di tempat lain, dan keistimewaannya ialah ia adalah merupakan masjid para Nabi yang terdahulu dan tempat Israk dan Mikrajnya Nabi s.a.w.


Berusaha Mencari Rezeki

Hadis :
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:"Meraka yang mencari harta dunia (kekayaan ) dengan jalan yang halal dan menahan dirinya dari meminta-minta (tidak menjadi pengemis ) dan berusaha mencari nafkah untuk keluarganya serta belas kasihan, kasih sayang terhadap jiran tetangganya, nescaya di hari kiamat kelak ia akan berjumpa dengan Allah dengan mukanya berseri-seri seperti bulan purnama pada waktu malam."
Riwayat At-Tabrani

Huraian
i) Sesungguhnya Allah S.W.T amat kasih kepada orang yang berusaha atau bekerja mencari rezeki dengan titik peluh sendiri di mana dengan itu dia dapat memenuhi keperluan dan tanggungjawabnya terhadap diri, keluraga dan masyarakat. Malah kedudukannya adalah lebih baik daripada bersikap pemalas dan meminta-minta daripada orang lain.

ii) Allah telah menetapkan dalam sunnah kehidupan bahawa kejayaan itu adalah hasil daripada kerja tekun dan dedikasi. Inilah antara maksud jihad yang dituntut oleh Islam.

iii) Kita perlu ingat bahawa hanya rezeki yang halal sahaja mesti dicari kerana di situlah letaknya keberkatan dan ganjaran daripada Allah S.W.T. Sedangkan rezeki yang diambil daripada punca yang haram seperti rasuah dan sebagainya, lambat laun akan menimbulkan kecelakaan dan masalah dalam hidup bukan sahaja di dunia malah di akhirat juga.

Mewarnakan Rambut

Hadis :
Dari Ibnu Sirin r. A katanya:."Aku bertanya kepada Anas bin Malik r.a:"Adakah Rasulullah s.a.w mencelup rambut baginda?" jawab Anas:"Baginda tidak kelihatan beruban, kecuali di janggutnya nampak beberapa helai rambut putih." Kata Ibnu Sirin:"Aku betanya pula kepadanya, adakah Abu Bakar mencelup rambutnya?" Jawab Anas:"Ada. Dengan inai." (Muslim)

Huraian :
Sebahagian daripada perkara yang tergolong di dalam masalah perhiasan ialah mewarnakan rambut atau janggut yang telah beruban. Tetapi dengan warna apa dibenarkan mewarna rambut? Apakah dengan warna hitam atau warna-warna lain? Atau mesti mengelakkan dengan warna hitam? Orang yang telah tua, ubannya telah merata sama ada di kepala ataupun di janggut, tidak selayaknya mewarnakannya dengan warna hitam. Oleh itu, ketika Abu Bakar membawa bapanya Abu Qufahah ke hadapan Nabi s.a.w. pada hari penaklukan Mekah, Nabi melihat rambutnya seperti pokok Thughamah yang terlalu putih buah dan bunganya. Nabi bersabda: "Ubahlah ini (uban) tetapi jauhilah warna hitam." (HR Muslim). Manakala mereka yang tidak sebaya dengan Abu Qufahah, tidaklah berdosa apabila mewarna rambutnya dengan warna hitam. Dalam masalah ini al-Zuhri telah berkata: "Kami mewarna rambut dengan warna hitam apabila wajah masih kelihatan muda, tetapi apabila wajah sudah berkedut dan gigi sudah goyang, kami tinggalkan warna hitam." (Fathul Bari) Dan di dalam sebuah hadis riwayat Abu Zar mengatakan: Sebaik-baik bahan yang digunakan untuk mewarna uban ialah pokok inai dan katam." (HR Tarmizi dan ash-habusunan) Katam adalah sejenis pokok yang tumbuh di Yaman yang mengeluarkan pewarna berwarna hitam kemerah-merahan. Dan Inai sejenis pokok berdaun yang mengeluarkan warna merah. Anas bin Malik meriwayatkan, bahawa Abu Bakar mewarna rambutnya dengan inai dan katam, manakala Umar hanya dengan inai sahaja.


Azan Dua Kali

Hadith :

Daripada Ibnu Umar r.a. katanya, Rasulullah s.a.w. mempunyai dua orang juru azan, iaitu Bilal dan Ummu Maktum, baginda bersabda: “Sesungguhnya Bilal bertugas untuk mengazankan sembahyang di waktu malam sebelum terbit fajar, oleh itu makan dan minumlah kamu semua (bersahur) sehinggalah Ummu Maktum azan yang menandakan masuknya waktu Subuh. Ibnu Umar r.a. berkata: “ Tidak ada jarak di antara kedua juru azan itu, melainkan jika Bilal telah selesai azan lalu disambung oleh Ummu Maktum pula, dalam jarak yang tidak terlalu lama”
(al-Bukhari dan Muslim)

Huraian

1. Disunatkan umat Islam supaya melaungkan azan dua kali di mana azan pertama adalah sebagai pemberitahuan kepada umat Islam agar bersedia untuk menunaikan sembahyang Subuh, sedangkan azan yang kedua pula menandakan bahawa waktu Subuh telah masuk.
2. Islam sangat mengambil berat tentang masalah kebajikan umatnya dengan memberi mereka kesempatan membuat persediaan sebelum megerjakan sembahyang.
3. Waktu bersahur adalah sebelum masuknya waktu Subuh. Umat Islam digalakkan melaungkan azan dua kali atau sebagainya untuk memberi syarat bahawa waktu sahur telah bermula, dan dengan itu orang yang mendengarnya akan bangun dari tidur untuk bersahur dan seterusnya mengerjakan solat Subuh.


Al-Quran Sebagai Pembela di Hari Akhirat

Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."

Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya." Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, "Kenalkah kamu kepadaku?"

Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?" Maka berkata Al-Qur'an :"Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."

Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.

Pada kedua ayahnya dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?" Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."


Keutamaan Sedekah

Hadith Nabi Saw: "Tidak berkurang harta kerana sedekah, dan tiada seorang yang memaafkan suatu kezaliman melainkan Allah swt menambah kemuliaan, dan tiada seorang yang tawadhuk (merendah) kerana Allah swt, melainkan Allah swt menaikkan darjatnya." (Abu Hurairah r.anhu)

Hadith Nabi Saw: "Dermawan itu merupakan suatu pohon yang akarnya di syurga dan dahan-dahannya menurun ke dunia. Maka barangsiapa yang berpegang kepadanya akan ditarik ke syurga. Kedekut (kikir) itu pohon yang asalnya di dalam neraka sedang dahan-dahannya menurun ke dunia. Maka barangsiapa yang berpegang kepadanya akan ditarik ke neraka."
(Aishah r.anha)

Sedekah mengandungi 10 kebaikan:

Kebaikan di dunia

1) Membersihkan harta kekayaan
2) Membersihkan badan daripada dosa-dosa
3) Menolak bala dan penyakit
4) Menyenangkan hati orang miskin
5) Menjadikan berkat dalam harta dan meluaskan rezeki

Kebaikan di Akhirat

1) Sedekah itu menjadi naungan baginya
2) Sedekah meringankan hisab amalnya
3) Memberatkan timbangan amal kebaikannya
4) Memudahkan melintasi sirat
5) Bertambah darjat di syurga

Barangsiapa yang menolak lima pekara, maka Allah akan menolak lima pekara daripadanya iaitu:

1) Barangsiapa menolak zakat, Allah swt akan menolak keselamatan hartanya
2) Barangsiapa tolak sedekah, Allah swt akan mengurangi kesihatannya
3) Barangsiapa menolak zakat tanamannya, Allah swt akan menolak berkat tanahnya
4) Barangsiapa tidak suka berdoa, Allah tidak suka untuk menerimanya
5) Barangsiapa yang meringan-ringankan solatnya, Allah swt akan menolak
dari kalimah syahadah ketika matinya


4 tanda Orang gembira & berdosa

Sabda Rasulullah SAW: “Tanda-tanda orang yang merana (celaka) di dunia ada empat iaitu lupa kepada dosa-dosanya di masa silam, sedangkan cacatannya terpelihara oleh ALLAH, suka mengingati kebaikan-kebaikannya di masa lalu, sedangkan dia sendiri tidak tahu adakah kebaikannya itu diterima ALLAH, suka melihat orang yang di atasnya dalam masalah dunia dan suka melihat orang di bawahnya dalam masalah agama.

ALLAH berfirman maksudnya: “Aku mahukan dia tetapi dia tidak mahukan aku, maka kau tinggalkan dia”.

Manakala tanda-tanda orang yang beroleh kegembiraan dan kebahagiaan di dunia juga ada empat,iaitu:

• suka mengenang dosa-dosa yang dilakukan di masa lalu dan lampau,

• tidak mahu mengingatkan kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukannya,

• senang melihat orang yang di atasnya dalam masalah agama dan

• suka melihat orang di bawahnya dalam masalah dunia.

Empat perkara Rasulullah tekankan dalam hadis ini kepada kita agar sentiasa berwaspada, jangan mudah tertipu dalam segenap perkara, agar kita menjadi manusia yang terbaik dengan landasan dan aturan yang telah diajarkan kepada kita.

Pertamanya dalam masalah amalan kebaikan dan keburukan (dosa) yang kita lakukan. Bagi kita adalah bertuah dan beruntung jika kita sedar dan ingat setiap kesalahan yang kita lakukan sendiri. Sebaliknya dengan melupakan kejahatan dan keburukan yang pernah kita lakukan akan menyebabkan kita lupa diri dan sentiasa berasa betul dan benar.

Walhal kita ini penuh dengan dosa dan noda. Sebaliknya dengan mengingati kejahatan akan membuatkan kita ingat siapa diri kita ini pada pandangan ALLAH. Oleh itu kita akan sentiasa patuh dan menginsafi setiap yang telah kita lakukan. Jangan kita pula sentiasa mengingati keburukan orang lain dan melupakan keburukan sendiri. Kerana ini bersalingan dengan maksud dan hasrat hadis di atas.Begitu juga dalam hal kehidupan yang sebenarnya menceritakan tentang kesenangan dan kepayahan hidup.

Bukanlah kekayaan itu adalah ukuran bagi setiap perkara.Tidak perlu kita mengukurkan kekayaan yang ada pada kita dengan kekayaan orang lain (membanding-bandingkan), sebaliknya kita ini miskin pada amalan.Wang ringgit tidak akan dimasukkan bersama di dalam kubur kita,sebaliknya amalan yang akan mengiringi kita di sana.

Segala anggota badan kita akan memainkan peranannya. Apabila mulut sudah dikunci,tangan akan menceritakan sama ada dia diarahkan meraba anak dara (teruna) orang atau mencuri, amatlah malangnya kita.

Sebaliknya jika tangan ini sentiasa menghulurkan derma dan digunakan untuk mengira zikir kita kepada ALLAH amatlah bertuahnya kita.Renung dan ingatlah, dengan ini mampu memberi kesedaran. Mampu menyedarkan kita dari terus leka dan hidup dalam kepura-puraan. Perbaiki sekarang sebelum terlambat, sesal tiada guna. Untung bagi yang beringat kerana segalanya dalam keredhaan Ilahi..


Isnin, 24 Januari 2011

SIAPA YANG MENGGUNAKAN PERKATAAN "SALAM"? apakah maksud disebaliknya??

Sebagai renungan dan Ingatan bersama…
InsyaAllah

SIAPA YANG MENGGUNAKAN PERKATAAN "SALAM"? apakah maksud disebaliknya??
Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah:"Salam (selamat tinggal)".
kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yangburuk). (QS. 43:89)

baik gunakan,,,ASSALAMUALAIKUM or ASSALAMUALAIKUMWARAHMATULLAHIWABARAKATUH...

Ilmu utk dikongsi bersama. Sekadar peringatan untuk semua rakan-rakan muslim yang lain.

Pagi semalam saya dengar radio ikim (91.50 fm). Ustaz Zawawi ada cerita tentang sunnah Rasulallah s.a.w. Antara yang dibincangkannya ialah tentang bab cara memberi salam.

Menurut ustaz Zawawi Yusof, Baginda SAW memberi salam dengan lafaz “Assalamualaikum” dan menjawab salam dari para sahabat baginda dengan salam yang lengkap iaitu “Waalaikumussalam warahmatulallahhi wabarakatuh”

Ringkasnya, baginda SAW akan ;Beri salam dengan ucapan - “Assalamualaikum”
dan…Jawab salam - “Waalaikumussalam warahmatulallahi wabarakatuh”
Lagi satu, perlu diingatkan juga semasa menjawab salam,
saya dengar ramai orang jawab salam dengan ucapan yang tidak tepat.

Jawab salam yang betul ialah ;
“WAALAI KUMUS SALAM”dan bukannya yang selalu saya dengar iaitu ;
“WAALAI KUM SALAM”

Apabila kita ingin berkirim salam pada orang lain, hendaklah kita berkata
“Kirim salam, assalamualaikum pada ASHREE ye” contoh lerr…
Dan bukannya : “Kirim salam kat ASHREE yer”
Dan jangan pula memandai-mandai tambah perkataan seperti ” Ko tolong kirim salam maut kat dia yer“.

Statement ini walaupun dalam nada bergurau, tapi ia adalah menyalahi syariat dan berdosa, walaupun sekadar gurauan!

Selain itu, janganlah kita menggantikan perkataan “Assalamualaikum” dengan “A’kum” dalam sms atau apa sekalipun melalui tulisan.

Jika perkataan “Assalamualaikum” itu panjang, maka hendaklah kita ganti dengan perkataan “As Salam” yang membawa maksud sama dengan “Assalamualaikum”.

Sesama lah kita memberitahu member-member yang selalu sangat guna shortform “A’kum” dalam sms ataupun email. Perkataan ‘AKUM‘ adalah gelaran untuk orang-orang Yahudi untuk orang-orang bukan yahudi yang bermaksud ‘BINATANG‘ dalam Bahasa Ibrani.

Ia singkatan daripada perkataan ‘Avde Kokhavim U Mazzalot’ yang bermaksud ‘HAMBA-HAMBA BINATANG DAN ORANG-ORANG SESAT‘.

Jadi, mulai sekarang jika ada orang hantar shortform “A’kum“, kita ingatkan dia guna “As Salam” kerana salam ialah dari perkataan “Assalamualaikum“.

Jangan guna “Bye” kerana“Bye” adalah jarum sulit Kristian yang bermaksud “Di Bawah Naungan Pope.”Jangan guna “A’kum” kerana“A’kum” bermaksud “Binatang” dalam bahasa Yahudi.Jangan guna “Semekom” kerana“Semekom”bermaksud “Celaka Kamu.”Gunakan perkataan“ As Salam” sebagai singkatan bagi“Assalammualaikum.” Tolong forward kepada umat Islam yang lain , untuk elakkan diri daripada membuat dosa..

Sekian, semoga ada manfaatnya